GOWA, SUARASULSEL.COM – SMAS Islam Lasharan Jaya Gowa (SMAILJA) mencatat tonggak sejarah baru setelah dua siswinya, Amanda Nur Hasanah dan Ainun Sri Latifa, berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Prestasi ini menjadi pencapaian bersejarah karena keduanya merupakan alumni pertama yang diterima di PTN sejak sekolah tersebut berdiri pada 2020.
Amanda diterima di Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Makassar (UNM), sedangkan Ainun berhasil lolos di Program Studi Matematika Universitas Halu Oleo, Kendari. Keduanya sukses melewati persaingan ketat seleksi nasional yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan tersebut membawa kebanggaan bagi keluarga besar SMAILJA, para orang tua, tenaga pendidik, serta masyarakat Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Sebagai sekolah yang baru berusia lima tahun, SMAILJA terus menunjukkan perkembangan positif di bidang pendidikan. Hingga kini, sekolah yang berlokasi di Dusun Sanrangan itu baru meluluskan tiga angkatan. Namun demikian, berbagai capaian akademik yang diraih para siswa menunjukkan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sejak berdiri, SMAILJA mengusung konsep pendidikan yang mengintegrasikan prestasi akademik, pembentukan karakter, dan nilai-nilai keislaman. Sekolah ini didirikan oleh almarhum Dr. Drs. H. Sahban Liba bersama H. Andi Nurlela. Saat ini, pembinaan sekolah berada di bawah Dewan Pembina Dr. Hernita, SE., MM, dengan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Dr. Iwan Perwira, SE., MM, serta Kepala Sekolah Dra. Yayu Wahyuni Yuritman, M.Si.
Dr. Hernita menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih kedua siswi tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan sejak sekolah berdiri.
“Kami bersyukur atas pencapaian ini. Amanda dan Ainun telah membuktikan bahwa siswa dari sekolah yang masih muda mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang berkelanjutan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekolah terus melakukan evaluasi dan perbaikan setelah angkatan pertama yang lulus pada 2023 belum berhasil menembus PTN. Selanjutnya, hasil pembenahan mulai terlihat pada angkatan kedua tahun 2024 ketika salah seorang alumninya, Fatimah, melanjutkan pendidikan di UIN Alauddin Makassar.
Momentum tersebut kemudian mendorong sekolah memperkuat pendampingan akademik bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hasilnya, pada 2026, dua alumni berhasil menorehkan sejarah baru dengan lolos melalui jalur SNBT.
Ketua BPH SMAILJA, Dr. Iwan Perwira, menilai keberhasilan itu menjadi momentum penting bagi perkembangan sekolah.
“Keberhasilan ini memiliki makna yang sangat besar karena diraih oleh sekolah yang masih relatif muda. Amanda dan Ainun telah mencatatkan sejarah baru bagi sekolah. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh usia sekolah ataupun lokasinya, melainkan oleh komitmen, dedikasi guru, dukungan orang tua, dan kesungguhan siswa dalam belajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAS Islam Lasharan Jaya Gowa, Yayu Wahyuni Yuritman, menegaskan bahwa prestasi tersebut lahir dari kolaborasi erat antara siswa, guru, dan orang tua.
“Prestasi Amanda dan Ainun menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Mereka adalah contoh siswa yang memiliki semangat belajar tinggi, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi dan berani bermimpi besar,” ujarnya.
Amanda dan Ainun juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang mereka raih. Keduanya berterima kasih kepada orang tua, guru, dan pihak sekolah yang terus memberikan dukungan selama menempuh pendidikan.
“Kami sangat bersyukur atas hasil yang kami capai hari ini. Terima kasih kepada kedua orang tua, para guru, dan pihak sekolah yang selalu memberikan dukungan, motivasi, serta doa. Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar keduanya.
Keberhasilan Amanda dan Ainun menunjukkan bahwa sekolah yang tumbuh di kawasan pedesaan mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing nasional. Bagi SMAILJA, pencapaian ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga awal tradisi baru yang diharapkan terus berlanjut pada generasi berikutnya.






