JAKARTA, SUARASULSEL.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Langkah strategis ini terlihat saat jajaran LPPM UIM Al-Gazali melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Jakarta pada Senin (18/5/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas peluang kolaborasi dalam pengawasan dan akselerasi hilirisasi produk pangan.
Pada pertemuan tersebut, Ketua LPPM UIM, Dr. Ir. Suardi Bakri, M.P., IPU., C.EIA., bertemu langsung dengan Staf Khusus Kepala BPOM RI, Dr. Wahyudi Muchsin. Kedua belah pihak mendiskusikan skema kerja sama berbasis model Academic, Business, and Government (ABG). Melalui model ini, mereka optimistis dapat menciptakan sinergi yang kuat antara dunia akademik, pelaku usaha, dan pemerintah.
Oleh karena itu, Dr. Suardi Bakri menegaskan bahwa UIM Al-Gazali memiliki sumber daya manusia (SDM) dan unit penelitian yang mumpuni. Pihak kampus siap menerjunkan tim terbaiknya untuk terlibat dalam riset terapan, pendampingan teknis, serta program pengabdian masyarakat yang sejalan dengan agenda BPOM RI.
“Fokus utama kami adalah mengoneksikan SDM dan hasil riset UIM langsung dengan kebutuhan di lapangan. Terutama, dalam hilirisasi produk pangan lokal agar lebih aman, bermutu, dan memiliki daya saing tinggi. Selain itu, langkah ini sejalan dengan fungsi LPPM sebagai jembatan antara kampus dan masyarakat,” kata Dr. Suardi.
Rencana MoU UIM Al-Gazali dan BPOM RI
Selanjutnya, Staf Khusus Kepala BPOM RI, Dr. Wahyudi Muchsin, menyambut positif gagasan dari LPPM UIM tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif perguruan tinggi merupakan kunci utama untuk memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia.
“Oleh karena itu, kami akan memulai mekanisme kerja sama ini melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara UIM dan BPOM. Kemudian, kami akan menjabarkan implementasi teknis di lapangan secara lebih detail melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), khususnya yang menyasar program-program prioritas BPOM,” ungkap Dr. Wahyudi.
Sebagai kesimpulan, pertemuan awal ini menjadi fondasi penting untuk menyusun kerangka kerja sama yang konkret. Melalui kolaborasi ini, LPPM UIM Al-Gazali dan BPOM RI berkomitmen penuh untuk meningkatkan tata kelola keamanan pangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan hasil riset akademis demi kemaslahatan masyarakat luas.






