MAKASSAR, SUARASULSEL.COM– Komisi IX DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 20-21 Februari 2026. Dalam agenda ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar hadir sebagai mitra strategis untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, memimpin langsung rombongan tersebut. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut kehadiran mereka di Kantor Gubernur pada hari pertama kunjungan. Putih Sari menegaskan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat pengawasan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan rakyat.
“Kami hadir untuk memastikan transformasi sistem kesehatan nasional berjalan efektif. Komisi IX menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan agar derajat kesehatan masyarakat terus meningkat,” ujar Putih Sari.
Respons Cepat BBPOM di Makassar
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, turut hadir dan memberikan laporan komprehensif kepada para legislator. Yosef memaparkan hasil pengawasan obat dan makanan sepanjang tahun 2025 serta strategi pendampingan UMKM lokal. Selain itu, ia menjelaskan langkah-langkah strategis BBPOM dalam mendorong penggunaan obat yang rasional di Sulawesi Selatan.
BBPOM di Makassar juga menanggapi tantangan operasional di lapangan dengan memaparkan solusi inovatif demi menjaga kualitas produk yang beredar di masyarakat. Kehadiran BBPOM ini mempertegas komitmen instansi dalam menjaga keamanan konsumsi warga selama masa libur keagamaan.
Pantau Pasar Maricaya
Selanjutnya, pada 21 Februari 2026, Komisi IX DPR RI menjadwalkan peninjauan langsung ke Pasar Maricaya, Kota Makassar. Peninjauan ini bertujuan untuk memantau stabilitas harga dan memastikan keamanan pangan dari bahan-bahan berbahaya.
Hasil dari kunjungan kerja ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan mendalam bersama kementerian terkait serta mitra kerja pusat lainnya.




