MAKASSAR, SUARASULSEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Makassar baru saja menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-38 yang menandai kelulusan 110 mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi.
Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya merayakan pencapaian akademik tetapi juga mengukuhkan komitmen kampus dalam mencetak lulusan berkarakter dan kompeten, didukung penuh oleh program bantuan sosial pendidikan pemerintah.
Ketua STIE Indonesia Makassar, Dr. Ilham Z. Salle, SE, M.Si, Ak, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara atas kepercayaan menyalurkan bantuan sosial pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada mahasiswa angkatan tahun akademik 2025/2026.
“Dari total 110 wisudawan hari ini—82 dari Manajemen dan 28 dari Akuntansi—sebagian besar adalah penerima bantuan sosial pendidikan KIP Kuliah,” ungkap Dr. Ilham. Hal ini menunjukkan kontribusi signifikan kampus dalam meningkatkan mobilitas sosial melalui pendidikan.
Untuk menjamin kualitas, STIE Indonesia Makassar telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sejak Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024. Kurikulum ini berorientasi pada Standar Kompetensi Nasional, memastikan lulusan memiliki kompetensi terukur, kemandirian, dan rasa tanggung jawab. Sebagai bukti, setiap wisudawan selain menerima ijazah dan transkrip, juga menerima Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang memuat prestasi selama masa studi.
Lebih dari sekadar transfer ilmu, Dr. Ilham Z. Salle menekankan pentingnya pembentukan karakter. “Mulai tahun akademik 2020-2021, kami melakukan pendidikan Character Building bagi setiap mahasiswa. Tujuannya adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki ilmu mumpuni, tetapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur dan santun dalam etika,” tegasnya.
Memasuki usia ke-49 dan wisuda ke-38, STIE Indonesia Makassar mencatat prestasi gemilang dengan diraihnya peringkat Akreditasi Baik Sekali untuk Program Studi Manajemen dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAM EMBA). Sementara Program Studi Akuntansi saat ini tengah mempersiapkan Borang Akreditasi untuk reakreditasi pada awal tahun 2026.
Orasi Ilmiah: Pendidikan sebagai Harapan dan Rencana Tuhan
Orasi ilmiah pada acara wisuda disampaikan oleh Andryan Setyadharma, SE., M.Si., PhD, Dosen Universitas Negeri Semarang. Ia menyampaikan pidato inspiratif yang memandang wisuda sebagai simbol dari keberanian, ketekunan, dan komitmen untuk terus belajar.
Andryan Setyadharma menegaskan bahwa pendidikan adalah “jembatan paling kokoh” menuju kesejahteraan dan merupakan investasi jangka panjang. Ia mengakui adanya keraguan sebagian masyarakat tentang jaminan pekerjaan setelah lulus, namun menekankan bahwa pendidikan adalah upaya untuk “memperbesar kemungkinan” seseorang untuk hidup layak.
“Pada akhirnya, pendidikan adalah harapan. Ia bukan sekadar ruang kelas atau angka nilai, melainkan kekuatan yang mampu mengubah arah hidup seseorang,” ujarnya.
Dalam menghadapi ketidakpastian masa depan dan potensi kegagalan, Andryan Setyadharma membagikan pengalamannya dan cerita inspiratif tentang pesawat Challenger. Ia berpesan, kegagalan dalam mencari pekerjaan atau mencapai cita-cita tertentu, seperti yang ia alami dalam seleksi CPNS, sering kali adalah bagian dari “rencana Tuhan yang lebih baik”.
Ia mengajak para wisudawan untuk tetap kuat dan positif di masa sulit, serta menggunakan waktu luang untuk meningkatkan kompetensi, seperti penguasaan Bahasa Inggris dan mengikuti sertifikasi gratis, guna meningkatkan daya jual di dunia kerja.
LLDIKTI IX Dorong Adaptasi dan Inovasi Lulusan
Koordinator Sumber Daya Perguruan Tinggi (SDPT) LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Ichsan Kasnul Faraby, S.Sos, M.Si, mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah IX, turut hadir dan memberikan sambutan.
Dr. Ichsan menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dan inovasi bagi para lulusan di tengah pesatnya perubahan teknologi. “Dunia membutuhkan lebih dari sekadar nilai tinggi. Kalian, para wisudawan, harus mampu menjadi agen perubahan dan pelopor inovasi,” tegas Dr. Ichsan.
Ia menekankan komitmen LLDIKTI IX untuk terus mendorong sinergi antara kampus dan dunia usaha/dunia industri (DUDI) melalui program MBKM, demi menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Di akhir sambutannya, Dr. Ichsan berpesan agar para wisudawan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah masing-masing, menjadikan keahlian yang dimiliki sebagai motor penggerak kemajuan.
Wisuda ini menjadi penanda bahwa STIE Indonesia Makassar berhasil melahirkan generasi sarjana yang siap berjuang, berintegritas, dan berkomitmen untuk terus belajar di babak kehidupan yang baru.






