MAKASSAR, SUARASULSEL.COM — Nama Assoc. Prof. Dr. Patawari, S.HI., M.H., kini santer dibicarakan sebagai salah satu kandidat kuat Rektor Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. Akademisi di bidang hukum ini dikenal memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang dan pengalaman manajerial yang berjenjang di kampus tersebut.
Dr. Patawari lahir di Bone pada 15 Mei 1981. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kabupaten Bone, mulai dari MIS 64 Berru Teko, MTsN Lappariaja, hingga SMA PGRI Lappariaja.
Pendidikan tingginya dimulai dengan meraih gelar S1 Hukum Islam dari UIN Alauddin Makassar. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Hukum Tata Negara dan Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), masing-masing lulus pada tahun 2007 dan 2015.
Saat ini, Dr. Patawari menjabat sebagai Dosen Magister Hukum Universitas Indonesia Timur dengan jabatan akademik Lektor Kepala (Associate Professor). Ia juga dipercaya memimpin sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum UIT sejak tahun 2019.
Pengalaman Manajerial di UIT
Karier kepemimpinan Dr. Patawari di UIT telah teruji melalui berbagai posisi strategis:
- Ketua Program Studi S1 Fakultas Hukum (2010)
- Wakil Dekan Bidang Akademik (2013)
- Wakil Dekan II (2016)
- Asisten Direktur Pascasarjana UIT (2018–2022)
- Ketua Senat Fakultas Hukum (2020–sekarang)
Rekam jejak ini menunjukkan pemahamannya yang mendalam terhadap dinamika dan tata kelola internal kampus.
Visi Kepemimpinan
Dr. Patawari dikenal sebagai figur yang menekankan pentingnya tata kelola kampus berbasis integritas, kualitas, dan kolaborasi. Ia disebut sebagai sosok yang visioner dan berkomitmen untuk menjadikan UIT sebagai universitas unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia pernah menyampaikan, “Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi dan nilai-nilai keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Selain peran manajerial, ia juga aktif dalam kegiatan akademik, termasuk membimbing mahasiswa dalam riset hukum. Konsistensi dedikasinya dalam membangun kampus dari dalam menjadikan Dr. Patawari sebagai salah satu kandidat yang mendapat perhatian luas dari sivitas akademika UIT menjelang pemilihan rektor baru.




