Rektor Unismuh Makassar Prof Ambo Asse Ketua Muhammadiyah Sulsel

SUARASULSEL.COM, ENREKANG – Prof Ambo Asse (65), ditetapkan lagi sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (PWM Sulsel).

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu ditetapkan sebagai ketua setelah sidang pleno IV Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-40 Muhammadiyah Sulsel.

Sidang pleno itu juga menetapkan nama-nama anggota Tanwir PWM Sulsel periode 2022-2027.

Diantaranya, Prof Ambo Asse, Abbas Baco Miro, Mawardi Pewangi, Abd Rakhim Nanda, Muhammad Syaiful Saleh, dan Prof Budu.

Keputusan hasil sidang dibacakan Prof Gagaring Pagalung selaku ketua sidang pleno IV di Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Pemda Enrekang, Jl Jend Sudirman, Minggu (5/3/2023).

“Secara ringkas kami memutuskan bahwa Ketua PWM Sulsel periode 2022-2027 Prof Ambo Asse,” ujar Prof Gagaring Pagalung disambut tepuk tangan dari peserta sidang pleno.

Seusai ditetapkan sebagai ketua, Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) itu menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara.

Khususnya, kepada masyarakat dan pemerintah Enrekang yang bersedia menjadi tuan rumah Muswil ke-40 PWM Sulsel.

Termasuk para pimpinan daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, dan organisasi otonom Muhammadiyah yang telah menjadi pelaksana teknis.

“Alhamdulillah, agenda muswil berjalan sesuai harapan,” kata Prof Ambo Asse.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto membuka Muswil ke-40 Muhammadiyah Sulsel, Sabtu (4/3/2023).

Muswil diikuti sekira 6.000 warga Muhammadiyah se-Sulsel.

Agung Danarto, dalam sambutannya, mengatakan Muswil Muhammadiyah bagian dari penguatan jiwa untuk fastabiqul khairat.

“Ini bagian misi memajukan peradaban sebagaimana ditunjukkan umat Islam di masa lampau, harus digairahkan dengan semangat fastabiqul khairat. Semangat ini kita pupuk dengan ilmu dan iman,” katanya.

Alasannya, jiwa berlomba dalam kebaikan Muhammadiyah sudah mendarah daging.

Agung Danarto menjelaskan, kepemimpinan Muhammadiyah sejatinya berjalan sesuai kehendak, namun tetap harus membutuhkan maintenance.

Kendati demikian, Agung menekankan kepada warga Muhammadiyah agar tetap mengedepankan tanggapan serta pandangan antara satu sama lain.

Baik dari pimpinan daerah Muhammadiyah maupun pimpinan cabang Muhammadiyah.

“Bukan soal penyegaran, melainkan disegarkan. Ibaratnya kalau ada ranting layu, maka itu perlu disegarkan,” ujarnya.

Ambo Asse lahir di Tanrutedong, Sidrap pada 22 Oktober 1958. Saat ini, Ambo Asse adalah Rektor Unismuh Makassar.

Meski merupakan dosen tetap di UIN Alauddin Makassar, namun ia sudah puluhan tahun mengajar di Unismuh.

Sepak terjangnya dalam akademik, birokrasi, maupun di organisasi Muhammadiyah tidak diragukan.

Jejaring pergaulan Ambo Asse juga cukup luas, mulai dari level nasional hingga internasional.

Sejak kecil, Ambo Asse telah ditempa pendidikan formal bernuansa keagamaan.

Prof Ambo Asse menamatkan pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tanrutedong pada 1972.

Lalu melanjutkan pendidikan guru agama 4 tahun (setingkat SMP) pada 1975.

Selanjutnya, Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) 6 tahun, pada 1977.

Pendidikan formal jenjang sarjana muda hingga doktor di IAIN Alauddin Makassar, kini berubah status menjadi UIN Alauddin Makassar.

Gelar sarjana muda (BA) diraih pada 1981 dan pendidikan sarjana lengkap (Drs) pada 1985 di UIN Alauddin Makassar.

Tidak sampai di situ. Dia melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Hukum Islam dan Hadis, dan selesai pada 2000.

Namun, jenjang pendidikan tertingginya dicapai dalam bidang Ilmu Tafsir Hadis pada 2007.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *