Ridwan Kamil Calon Wakil Presiden 2024 Terkuat Menurut Hasil Survei IPS

SUARASULSEL.COM – Peneliti senior Indonesia Polling Stations (IPS), Alfin Sugianto, menyatakan Ridwan Kamil paling banyak disebut oleh responden secara spontan (top of mind).

Khusus elektabilitas bakal calon wakil presiden 2024, IPS memberi pertanyaan dalam format terbuka dan tertutup.

Hasilnya, Ridwan Kamil sebagai cawapres terbaik menjelang Pemilu 2024.

Pada pertanyaan terbuka, persentase Ridwan Kamil sebanyak 13,5 persen.

Sementara pada pertanyaan tertutup mendapat nilai 21,8 persen.

“Sebanyak 13,5 persen responden menyatakan Ridwan Kamil sosok yang paling tepat untuk menjadi wakil presiden,” katanya, Selasa (28/2/2023).

Selain Kang Emil, kata Alfin, Anies dan Ganjar juga banyak disebut.

Meski keduanya menjadi bakal calon presiden dengan elektabilitas tinggi, tapi banyak responden yang menilai lebih pantas menjadi calon wakil presiden.

“Nama Erick Thohir dan Sandiaga Uno juga masuk dalam top of mind publik sebagai tokoh layak menjadi wakil presiden,” katanya.

IPS adalah lembaga survei independen yang tidak berafiliasi dengan partai, organisasi, maupun kontestan politik manapun.

IPS didirikan oleh beberapa akademisi dan aktivis survei di Jakarta, Bandung, dan Tasikmalaya.

metode survei

-Survei dilakukan pada 15-24 Februari 2023 di 34 provinsi

-Responden minimal telah berusia 17 tahun dan memiliki KTP

-Sampel 1.200 responden

-Margin of error +/-2,83 persen

-Tingkat kepercayaan 95 persen

-Dilakukan secara multistage random sampling

-Menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan bantuan kuesioner

-Responden 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan

-Responden 60 persen tinggal di desa dan 40 persen di kota

-Quality control 20 Persen dari total sampel oleh peneliti senior IPS

faktor dipertimbangkan publik dalam memilih capres

-Kemampuan capres mengatasi masalah-masalah nasional (56,2 persen)

-Rekam jejak, prestasi, atau track record capres (16,3 persen)

-Program kerja konkrit yang ditawarkan capres (9,5 persen)

-Pengalaman kepemimpinan capres (9,2 persen)

-Latar belakang agama capres (2,5 persen)

-Partai apa yang mengusung capres (1,9 persen)

-Ada atau tidak adanya imbalan materi dari capres (1,5 persen)

-Latar belakang suku bangsa capres (0,8 persen)

-Tidak tahu/tidak jawab (2,1 persen).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *