Site icon Suara Sulsel

BBPOM Makassar Gelar Edukasi “PARENTING KIE” di Bone Demi Tekan Stunting

BBPOM Makassar Gelar Edukasi "PARENTING KIE" di Bone Demi Tekan Stunting

BONE, SUARASULSEL.COM — Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul melalui percepatan penurunan angka stunting. Salah satu langkah nyatanya adalah menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Tematik di Kabupaten Bone pada Jumat (6/3).

Langkah strategis ini merespons data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menunjukkan prevalensi stunting di Bone masih berada pada angka 26%. Angka tersebut tercatat lebih tinggi jika kita bandingkan dengan prevalensi nasional sebesar 19,8%. Oleh karena itu, BBPOM menetapkan Bone sebagai lokasi prioritas inovasi unggulan bernama PARENTING KIE (Pantau dan Reduksi Stunting melalui KIE).

Sinergi Lintas Sektor untuk Indonesia Emas 2045

BBPOM tidak bergerak sendiri dalam menjalankan misi ini. Mereka berkolaborasi erat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone untuk menjangkau komunitas ibu rumah tangga, remaja putri, hingga kader Posyandu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, H. Yusuf, membuka langsung acara yang berlangsung di Gedung PKK tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan BBPOM dalam membedah masalah kesehatan ini secara tuntas.

“Kehadiran remaja dan ibu-ibu hari ini sangat penting agar kita bisa menyebarkan informasi pencegahan stunting lebih awal. Melalui upaya bersama ini, kita harap generasi penerus mampu menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Yusuf.

Edukasi Pangan Aman dan Gizi Seimbang

Selama kegiatan berlangsung, para pakar dari BBPOM Makassar memberikan materi yang sangat aplikatif. Atsuko Al-Aminy (PFM Ahli Madya) membedah kaitan erat antara keamanan pangan dengan stunting. Sementara itu, Ahmad Lalo (PFM Ahli Madya) menjelaskan secara detail mengenai prinsip gizi seimbang melalui kampanye “Isi Piringku”.

Selain itu, narasumber juga mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas melalui praktik Cek KLIK. Masyarakat harus selalu melakukan Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan. Dengan mengonsumsi pangan yang aman dan bermutu, maka risiko stunting dapat kita minimalisir secara signifikan.

Masyarakat Sebagai Agen Perubahan

Pemerintah berharap peserta yang hadir tidak hanya menyerap ilmu untuk diri sendiri. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak atau kader pencegahan stunting di lingkungannya masing-masing.

Melalui diskusi yang interaktif, para ibu hamil dan menyusui tampak antusias mendalami cara membaca informasi nilai gizi pada kemasan produk. Pada akhirnya, peningkatan kesadaran kolektif ini merupakan kunci utama agar angka stunting di Sulawesi Selatan benar-benar turun secara konsisten.

Exit mobile version