MAKASSAR, SUARASULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang mempererat kolaborasi lintas sektor. Dalam acara buka puasa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Baruga Anging Mammiri, Kamis (26/2/2026), pria yang akrab disapa Appi ini mengajak seluruh instansi untuk menjaga stabilitas kota.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Rumah Jabatan Wali Kota tersebut dihadiri oleh pimpinan DPRD, perwakilan Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan, Kodim 1408/Makassar, hingga Kejaksaan Negeri Makassar. Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen bersama dalam mengawal aktivitas sosial masyarakat selama bulan suci.
Kolaborasi Sebagai Fondasi Kota
Munafri menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Sebaliknya, ia memandang silaturahmi tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota, TNI, Polri, serta elemen masyarakat lainnya.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah sekaligus momentum tepat untuk memperkuat kebersamaan. Sinergi ini merupakan fondasi utama kita dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di Makassar,” ujar Munafri di hadapan para tamu undangan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa tantangan sosial yang terus berkembang memerlukan komunikasi yang solid. Oleh karena itu, kolaborasi yang telah terbangun selama ini harus tetap terjaga agar pemerintah dapat menyelesaikan setiap potensi persoalan secara cepat dan tepat.
Pastikan Ibadah Warga Aman
Selanjutnya, politisi Golkar ini menekankan pentingnya kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh jajaran Forkopimda dan SKPD Pemkot Makassar untuk aktif memantau kondisi lapangan guna memberikan rasa aman bagi warga yang sedang menjalankan ibadah.
“Kita semua ingin memastikan Ramadan di Makassar berlangsung damai. Jika stabilitas daerah terjaga, maka aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat akan tetap berputar dengan baik,” tambah mantan CEO PSM Makassar tersebut.
Melalui kebersamaan ini, Munafri berharap seluruh elemen, mulai dari tokoh agama hingga organisasi kepemudaan, terus bahu-membahu. Dengan demikian, pelayanan publik tetap optimal dan kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan dapat terus mengalir sepanjang bulan suci.

