JAKARTA, SUARASULSEL.COM – Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (15/9/2025). Pertemuan ini menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjamin keamanan obat, makanan, dan program gizi nasional.
Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, Ph.D., menegaskan komitmen lembaganya untuk memperkuat pengawasan dengan regulasi yang lebih kokoh, proses perizinan yang dipercepat, serta kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Tujuannya adalah memastikan perlindungan konsumen dari produk-produk berbahaya, dari hulu hingga hilir.
“Kita tidak ingin masyarakat hanya jadi korban maraknya produk berbahaya. BPOM kini bergerak lebih cepat, transparan, dan bersinergi dengan semua pihak agar perlindungan konsumen lebih nyata,” ujar Prof. Taruna.
Sementara itu, Kepala BGN, Prof. Dadan Indrayana, menyoroti peran gizi sebagai fondasi kesehatan bangsa. Ia menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu strategi nasional untuk melawan stunting dan gizi buruk.
“Ini bukan sekadar program makan gratis, melainkan investasi besar untuk menyiapkan generasi emas 2045,” kata Prof. Dadan.
Komisi IX DPR RI pun menyatakan dukungan penuh agar program MBG berjalan konsisten tanpa hambatan birokrasi. Sinergi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Bappenas, disepakati sebagai kunci utama untuk mewujudkan bangsa yang sehat dan berdaya saing.

