SUARASULSEL.COM, PAREPARE – Sarasehan Sepak Bola oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) baru-baru ini menghasilkan sejumlah keputusan besar.
Mulai perubahan nama kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim depan hingga rencana perubahan sistem kompetisi.
Ada dua usulan sistem kompetisi musim depan, rencananya berlangsung pada Juli 2023 sampai April 2024.
Pertama, 18 tim Liga 1 dibagi menjadi enam grup. Kompetisi menjadi tiga putaran.
Putaran pertama dengan double round robin home and away.
Putaran kedua dengan single round robin cross beda grup.
Putaran ketiga dibagi dua, delapan besar dengan dibagi lagi menjadi dua grup dengan double round robin.
Sementara 10 tim lainnya bertanding dengan single round robin. Tiga tim bakal terdegradasi.
Sistem kedua, rencananya dengan sistem home and away.
Yang membedakan empat tim teratas akan bertanding dengan knockout dengan single match.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga Indonesia masih menunggu hasil keputusan akhir dari PSSI.
Namun, apapun keputusannya PT LIB siap melaksanakan.
Demikian disampaikan Direkrut PT LIB Munafri Arifuddin seusai menyaksikan laga PSM vs Persis di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (5/3/2023).
“Kita menunggu hasilnya apa diinginkan oleh Federasi (PSSI) yang akan membicarakan lebih detail. Kita tinggal menunggu seperti apa sistem diberikan untuk diselenggarakan LIB,” kata Munafri.
Tentu perlu duduk bersama dengan stakeholder terkait untuk membahas usulan perubahan sistem kompetisi.
“Kita baru dengar. Perlu duduk bersama seperti apa sistemnya. Apapun bentuknya itu disampaikan, kalau kita diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan kita akan selenggarakan,” kata Appi.
PT LIB pun akan menyelenggarakan kompetisi sesuai jadwal diberikan.
Apalagi, ada agenda politik tahun 2024 sehingga perlu dipertimbangkan semua.
“Jadwal, Insya Allah. Yang pasti akan membuat simulasi terbaiknya. Apalagi di tahun ini hingga tahun depan ada agenda politik melibatkan banyak orang. Sehingga harus diperhitungkan jaraknya juga,” jelasnya.
Sadikin Aksa: Masih Dikaji
Direktur Utama PSM Sadikin Aksa (45), menilai usulan sistem kompetisi tersebut masih dikaji lebih dalam.
Belum ada keputusan resmi.
“Sarasehan belum mengambil keputusan, semua hasil sarasehan harus diperdalam dulu dengan tim PMO,” katanya, Minggu (5/3/2023).
Sadikin menilai Sarasehan tersebut sangat positif. Sebab, para klub Liga 1 dan Liga 2 diskusi dengan roadmap sepak bola.
“Intinya PSM Makassar sangat positif tentang Sarasehan ini karena klub Liga 1 dan Liga 2 diajak diskusi oleh PSSI untuk membuat roadmap sepak bola ke depan,” Sadikin menambahkan.
Di lain sisi pengamat sepak bola, Muhammad Hanafing Ibrahim mengatakan, sistem apa saja yang mau dibuat silakan. Terpenting memenuhi jumlah pertandingan dalam satu musim.
Yakni, 30 sampai 40 pertandingan untuk satu musim serta tambahan match turnamen.
“Karena tolak ukur prestasi tim dan pemain dapat dilihat dari jumlah match mereka setiap tahun,” jelasnya.
“Negara kita memang sangat luas untuk melakukan kompetisi penuh, sehingga membutuhkan biaya yang besar,” Sadikin Aksa menambahkan.(*)

