oleh

PSM Ketemu Persija di Final Piala Indonesia

-Bola-0 views

MAKASSAR, SUARASULSEL.com – PSM Makassar melangkah ke final Kratingdaeng Piala Indonesia 2018. Kepastian ini usai kalah tipis 1-2 dari Madura United, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (7/7).

Pasukan Ramag julukan PSM berhak lolos ke final karena unggul agresivitas gol, setelah pada leg pertama di Makassar mampu menutup laga dengan menang, 1-0. Hasil ini membuat PSM akan bertemu dengan Persija Jakarta di partai final yang akan dimainkan kandang dan tandang.

Laga final leg pertama akan digelar pada 21 Juli, dan partai leg kedua 28 Juli. PSSI akan melakukan drawing untuk penentuan siapa yang akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu.

Usai laga pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, tak bisa menutupi kegembiraannya setelah timnya berhasil memastikan diri melaju ke final. Ia menyebut sebelum laga, pertandingan ini berbeda dengan di kompetisi. Di laga sebelumnya (Liga 1) menunjukkan bahwa PSM banyak peluang dan ini sangat penting diketahui.

“Madura United memang bermain dengan kuat di sini. Saya berikan pujian kepada coach Dejan Antonic dan kiper M Ridho yang berulang kali melakukan penyelamatan. Namun kami percaya bisa mencetak gol. Dan kalau kami sampai kemasukkan tiga gol itu seperti keterlaluan menurut saya,” kata Darije Kalezic usai laga.

loading...

“Jalan kami ke final Kratingdaeng Piala Indonesia cukup sulit. Belum lagi selama ini kami juga bermain di Piala AFC yang menempuh perjalanan jauh. Saya ingin memberi ucapan selamat kepada pemain yang sudah berusaha, dan pemain di cadangan yang memberikan kontribusi di pertandingan,” tambahnya.

Sementara pelatih Madura United, Dejan Antonic mengaku sedih timnya tidak bisa lolos ke final. Ia menyebut satu umpan silang, dan tertidur satu detik di belakang.

“M Ridho sudah loncat tetapi bola kena tiang dan (Aaron) Evans berada di depan pemain dan bola rebound masuk dari jarak dua meter,” kata Dejan.

“Sebelum itu, kami ada peluang untuk menyelesaikan laga tetapi tidak gol. Anak-anak kerja keras untuk Madura mungkin sampai menit 83, dan itu berat sekali. 80 menit kami kerja keras, kontrol permainan, dan tidak ada masalah apapun. Saya tidak bisa bilang apapun ke pemain, kami harus belajar dari ini. Minta maaf kepada semua orang yang mendukung kami,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed