Headline

Pendidikan Sulsel Perlu Direkonstruksi

IMG-20160426-WA001

IMG-20160426-WA001

MAKASSAR, SUARASULSEL.com – Pendidikan harus membawa perubahan tingkah laku yang lebih baik. Esensi dari pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang diserap anak didik bisa diditerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan seyogyanya membentuk watak, karakter, dan kepribadian anak didik sebagai generasi yang kokoh dalam keimanan, serta akhlak/budi pekerti yang baik.

Hal tersebut diungkapkan bakal calon (balon) Gubernur Sulsel, Dr Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi tentang pandangannya dalam memaknai hari pendidikan nasional (Hardiknas) jatuh pada Senin, 2 Mei 2016.

Menurut Konseptor dan Pendiri UniversitasPertahanan (Unhan) itu, pertanyaan mendasarnya adalah apakah pendidikan di Indonesia telah sesuai dengan yang diharapkan?. Seperti diketahui, selama ini tersiar informasi yang beredar di media sangat banyak hal yang terasa menyedihkan dan memprihatinkan terkait pendidikan di negeri ini.

loading...

“Contohnya saja, sekolah gedung yang tidak layak, para guru yang berperilaku menyimpang, hingga perilaku murid kurang bermoral. Peserta didik mendapatkan nilai sangat tinggi, namun rendah dalam sikap dan perbuatan bahkan tidak memiliki keahlian, maka jangan heran jika terjadi suatu fenomena dimana generasi muda kita tidak mampu bersaing dan tidak kompetitif dalam dunia kerja,” ungkap Alumni Unhas ini.

Anggota Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI) ini menjelaskan, untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Sulsel, diperlukan adanya rekonstruksi guna mendaur ulang sistem pendidikan itu sendiri. Terasa bahwa berbagai macam masalah dalam dunia pendidikan dewasa ini tidak pernah selesai sama sekali.

“Rendahnya kualitas guru, minimnya sarana dan pra­sarana, siswa yang berbuat curang dalam ujian khususnya UjianNasional dan lainnya, memberikan sekelumit masalah yang ada sehingga perlu diberikan solusi baik dalam memberikan perubahan yang ada,” papar Ketua Bidang Litbang Strategi Politik Asia.

Sudah jadi kewajiban bagi negara untuk menyediakan fasilitas pendidikan. Sebab, jika negara mewajibkan “wajib belajar” maka negara jualah yang wajib menyediakan fasilitas pendidikan tersebut tanpa memilah kaya atau miskin maupun pintar atau bodoh. semua berhak untuk mendapat fasilitas pendidikan dari negara.

Menurutnya, tidak perlu ada pemilahan berdasarkan kriteria tersebut karena dampaknya adalah diskriminasi pendidikan, tentu bertentangan dengan semangat membangun manusia Indonesia seutuhnya. “Siapapun yang memegang kekuasaan, berkewajiban mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali. Kunci untuk mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia ialah melalui pendidikan. Tidak mungkin ada yang cerdas tanpa mengikuti pendidikan formal atau informal. Selamat Hari Pendidikan Nasional,” ungkap Pendiri Rumah Cerdas Makassar ini. (das)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

loading...

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top