oleh

Pekan Depan Polisi Gelar Perkara Kasus Ijazah Palsu Kades Ulu Jangang Gowa

-News-0 views

MAKASSAR, SUARASULSEL.COM – Pekan depan, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan akan melakukan gelar perkara kasus dugaan ijazah palsu Kades terpilih Desa Ulujangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa.

Hal ini disampaikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Direskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Indra Jaya saat dikonfirmasi laporan warga soal dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan Muh Paris (46).

“Kasus ini masih tahap lidik. Rencananya minggu depan akan gelar perkara,” jelasnya saat dikonfirmasi via whatsapp, Kamis (4/4/2019).

Sebelumnya, Rasimang (44) warga Desa Ulujangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, melaporkan kasus tersebut ke Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel.

Muh Paris terpilih sebagai kepala desa Ujulungan periode 2018-2023 di Pilkades serentak 27 Oktober 2018 lalu.

“Laporan itu saya serahkan ke Direskrimum Polda Sulsel awal bulan Januari 2019 lalu,” katanya.

Isi dari laporan terkait adanya dugaan membuat dan menggunakan ijazah palsu. Ijazah ini digunakan Muh Paris untuk memenuhi persyaratan sebagai calon kepala desa.

loading...

Sementara itu, Ketua DPD Pemantik Kabupaten Gowa, Yusril mengatakan, pihaknya itu mengawal kasus dugaan pembuatan dan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan Muh Paris untuk maju sebagai calon kepala desa.

“Laporan yang dilakukan Rasimang tanggal 1 Januari 2019 sudah tahap kedua. Laporan pertama dilakukan tanggal 10 Desember 2018. Namun, hingga saat ini pihak Polda Sulsel belum memberikan tanggapan,” ujarnya.

Kata dia, laporan yang dilayangkan Rasimang ke Polda Sulsel menunjukkan beberapa fakta diantaranya ijazah SLTP/MTs yang digunakan tidak mempunyai nomor seri, terdapat coretan pada tanggal lahir dan tanggal ujian nasional serta tidak adanya nilai ijazah yang terlampir saat mendaftar sebagai cakades.

Berdasarkan catatan hasil ceklis kelengkapan berkas Muh Paris saat itu mendapatkan catatan khusus dari Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Desa Ulujangan. Terdapat coretan pada tanggal lahir di ijazah SLTP, dan tidak terdapat daftar nilai ijazah di SLTP/sederajat.

Menurutnya, dokumen ijazah di Dinas Pendidikan Sulsel tak ada nama Muh Paris. Data yang sama, seperti tanggal dan tempat lahir bernama Muh Parit.

Yusril mendesak kepolisian melalui Direskrimum Polda Sulsel harus segera melakukan penyelidikan terhadap laporan dan pengaduan yang telah disampaikan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed