Pendidikan

Makna Hari Guru bagi Wakil Dekan 3 FKM UMI

A. Surahman Batara SKM.M.Kes

BERITA-SULSEL.COM – Hari Guru Nasional jatuh kemarin, 25 November 2017. Dalam menyambut Hari Nasional, sangat beragam cara untuk memaknainya.

Andi Surahman Batara SKM., M.Kes contohnya, Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) ini memaknai Hari Guru dalam konteks merefleksi pelajar dan mahasiswa untuk menghormati guru.

Alumni Prodi Kesehatan Masyarakat FKM UMI ini mengatakan, guru merupakan ujung tombak pendidikan di Indonesia. Martabat dan kehormatannya harus perlu dijaga dalam setiap zaman peradaban bangsa.

“Saya anak seorang guru, kedua orang tua saya adalah guru. Penghargaan kita terhadap guru sangat diperlukan dalam membangun bangsa,” ujarnya saat ditemui di Gedung FKM UMI.

Kata dia, guru merupakan profesi memiliki peranan penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Kontribusi seorang guru sangat besar dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.

“Bisa dikatakan Guru adalah ujung tombak pendidikan dan perlu diposisikan sebagai orang terhormat,” ungkap Surahman sapaan akrabnya.

Surahman berharap pemerintah dapat memperhatikan para guru-guru yang ditempakan dipelosok desa dan lokasi terpencil agar mendapatkan perhatian lebih.

loading...

“Minimal ada tunjangan lebih yang diberikan kepada mereka, demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Dirinya sangat menyayangkan kejadian akhir-akhir ini bermunculan disejumlah media online dan surat kabar menayangkan terkait murid yang mengkeroyok guru.

Menurutnya, ini merupakan dampak negatif dari penggunaan gadget. Penggunaan gadget yang melampaui nilai etika dan morallah yang membuat mereka mudah tergerus pada pola pikir yang tidak terarah.

“Kalau hal semacam ini sudah terjadi, peranan Orang tua sangat dibutuhkan sebagai fungsi pengawasan,” tandasnya.

Hal lain yang disampikan yakni, sekarang ini banyak guru yang diduga terlibat politik praktis baik di tingkat Kota, Kabupaten hingga Provinsi.

Dirinya berharap agar kedepan jenjang pendidikan tingkat SD hingga SMA dibawahi langsung oleh Pemerintah Pusat (vertikal) agar keterlibatan guru dalam politik praktis bisa terminimalisir.

“Intinya guru tidak terlibat kedalam politik praktis dan bisa mengembalikan semboyan Guru Tanpa Tanda Jasa,” tutupnya.

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

loading...

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top