Daerah

HA Mustaman Dorong Pengidap Tunagrahita Terus Berkarya di Bidang Olahraga

Andi Mustaman menghadiri silaturahmi pengurus Special Olympic Indonesia (SOINA) Sulsel di Gedung Graha Pena, Makassar, Kamis (17/11/2016)
Andi Mustaman menghadiri silaturahmi pengurus Special Olympic Indonesia (SOINA) Sulsel di Gedung Graha Pena, Makassar, Kamis (17/11/2016)

Andi Mustaman menghadiri silaturahmi pengurus Special Olympic Indonesia (SOINA) Sulsel di Gedung Graha Pena, Makassar, Kamis (17/11/2016)

MAKASSAR, SUARASULSEL.COM – Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman menghadiri silaturahmi pengurus Special Olympic Indonesia (SOINA) Sulsel di Gedung Graha Pena, Makassar, Kamis (17/11/2016).

Special Olympics didirikan pertama kali tahun 1968 oleh Eunice Kennedy Shriver. Program Special Olympics telah menyebar ke seluruh dunia dan memberdayakan banyak warga Tunagrahita hingga menjadi manusia yang lebih produktif di dalam kehidupan bermasyarakat.

Hingga tahun 2009 Special Olympics International telah mendata sebanyak 4 juta atlet Special Olympics yang tersebar di lebih dari 180 negara.
Special Olympics Indonesia atau SOINA satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga Tunagrahita di Indonesia.

loading...

Indonesia bergabung menjadi anggota Special Olympics ke-79 pada 9 Agustus 1989. Hingga tahun 2011 SOIna telah menjaring 55.000 atlet yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Tunagrahita adalah keadaaan keterbelakangan mental, keadaan ini dikenal juga retardasi mental (mental retardation). Anak tunagrahita memiliki IQ di bawah rata-rata anak normal pada umumnya, sehingga menyebabkan fungsi kecerdasan dan intelektual mereka terganggu yang menyebabkan permasalahan-permasalahan lainnya yang muncul pada masa perkembangannya.

Tunagrahita terdiri dari berbagai klasifikasi salah satunya adalah Anak tunagrahita ringan. Ditinjau dari segi IQ anak tunagrahita ringan memiliki IQ sekitar 50 sampai 70. Moh. Amin (1995:22) mengemukakan bahwa: “Anak tunagrahita ringan adalah mereka yang kecerdasan dan adaptasi sosialnya terlambat, namun mereka mempunyai kemampuan untuk berkembang dalam bidang akademik, penyesuaian sosial dan kemampuan bekerja.”

HA Mustaman yang mendapat amanah sebagai pembina di SOINA Sulsel berharap, melalui program olahraga, kesehatan dapat mengubah pendidikan dan membangun komunitas. Special Olympics mengubah hidup orang dengan keterbatasan intelektual untuk menciptakan kehidupan yang inklusi.

Kata dia, saat ini, SOINA telah menyelenggarakan berbagai pelatihan dan kompetisi untuk tujuh cabang olahraga, yaitu atletik, bulu tangkis, tenis meja, bocce, renang, sepak bola ke-5an, bola basket, mulai dari tingkat kabupaten atau kota, provinsi, wilayah hingga tingkat Nasional.
“SOIna memiliki kegiatan Special Olympics Athlete Leadership Programs (ALPs), yaitu pelatihan kepemimpinan bagi para atlet agar memiliki kesempatan untuk berkiprah aktif baik di dalam maupun luar lapangan,” jelasnya.

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

loading...

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top