oleh

Calon Wali Kota Makassar, Andi Mustaman : Korupsi Musuh Bersama

-politik-5 views

MAKASSAR, SUARASULSEL.COM – Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember menjadi momentum penting untuk berbenah diri, khususnya bagi pemerintah dalam upaya memberantas kejahatan ini.

Hal ini disampaikan Bakal Calon Wali Kota Makassar, periode 2020-2025 Andi Mustaman yang menilai korupsi telah merusak berbagai sendi kehidupan.

“Akibat korupsi bukan sekadar kerugian negara saja tetapi jauh lebih dahsyat karena korupsi merusak harkat kemanusiaan, keadilan dan perwujudan peradaban,” Aman sapaan akrab Andi Mustaman, Senin (9/12/2019).

Menurut Aman, korupsi bukan saja mengambil uang negara, tapi korupsi konstitusi oleh pejabat publik yang sebagian besar penyelenggara negara. Dia menilai kekuasaan yang merupakan mandat dari konstitusi untuk kemaslahatan publik justru banyak diingkari dan dimanipulasi.

“Hari Antikorupsi 2019 harus dijadikan momentum untuk sepenuhnya membangun integritas sebagai prasyarat untuk mewujudkan semua mandat dalam konstitusi‬,” tegasnya.

Kata dia penegak hukum harus punya tekad kuat memberangus rasuah di Indonesia untuk membangun integritas serta mengkonsolidasikan masyarakat untuk berperan serta.

“Korupsi musuh bersama, masyarakat harus jadi bagian penting untuk terlibat dalam pemberantasan korupsi, membangun budaya antikorupsi dan mendorong pemimpin yang amanah serta berintegritas,” ujar mantan anggota DPRD Sulsel ini.

Aman mengatakan syarat utama yang mesti dimiliki oleh seorang pemimpin adalah sifat takut kepada Tuhan. Sebab, menurut tokoh pendidikan Sulsel tersebut, dengan rasa takut kepada Tuhan akan membuat manusia amanah terhadap tanggungjawab yang diembangnya.

“Sebagai orang yang beragama tentunya kita yakin akan hari pembalasan, dengan demikian kita akan menjaga niat, ucapan, serta perbuatan kita,” tegas Aman.

Ia menambahkan, seseorang yang berani mempermainkan amanah serta berbuat maksiat disebabkan karena minimnya rasa takut kepada Tuhan dan kurangnya ilmu agama.

“Kenapa masih banyak korupsi, pemimpin yang ingkar terhadap janjinya, kemiskinan dan perbuatan maksiat karena kurangnya rasa takut kepada Tuhan,” tutupnya.

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed