News

Aktivis Ingatkan Polisi Jangan “Masuk Angin” Soal Kasus Ijazah Palsu di Gowa

MAKASSAR, SUARASULSEL.COM – Aktivis mahasiswa, Erwin, mendesak aparat kepolisian untuk bersikap profesional dalam penanganan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Kepala Desa Ulujangang terpilih, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa Muhammad Paris.

Diketahui, Ditreskrimum Polda Sulsel saat ini melakukan penyelidikan terhadap laporan penggunaan ijazah palsu oleh Muhammad Paris. Perkara ini bergulir setelah warga melaporkan dugaan pelanggaran hukum tersebut ke polisi.

“Polisi jangan masuk angin, kami desak polisi untuk bersikap profesional dan menindak perkara ini berdasarkan aturan yang berlaku,” kata aktivis mahasiswa, Erwin, Senin (8/4/2019).

Sebelumnya, Direktur Ditreskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Indra Jaya, menyebutkan, pihaknya akan melakukan gelar perkara pekan ini, terkait lapora penggunaan ijazah palsu yang dilakukan Muh Paris. “Proses tindak lanjut laporannya sudah selesai,” jelasnya saat dikonfirmasi

Sebelumnya, Rasimang (44) warga Desa Ulujangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, melaporkan kasus tersebut ke Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel.

loading...

Muh Paris terpilih sebagai kepala desa Ujulungan periode 2018-2023 di Pilkades serentak 27 Oktober 2018 lalu.

“Laporan itu saya serahkan ke Direskrimum Polda Sulsel awal bulan Januari 2019 lalu,” katanya.

Isi dari laporan terkait adanya dugaan membuat dan menggunakan ijazah palsu. Ijazah ini digunakan Muh Paris untuk memenuhi persyaratan sebagai calon kepala desa.

Berdasarkan laporan Rasimang ke Polda Sulsel menunjukkan beberapa fakta diantaranya ijazah SLTP/MTs yang digunakan tidak mempunyai nomor seri, terdapat coretan pada tanggal lahir dan tanggal ujian nasional serta tidak adanya nilai ijazah yang terlampir saat mendaftar sebagai cakades.

Berdasarkan catatan hasil ceklis kelengkapan berkas Muh Paris saat itu mendapatkan catatan khusus dari Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Desa Ulujangan. Terdapat coretan pada tanggal lahir di ijazah SLTP, dan tidak terdapat daftar nilai ijazah di SLTP/sederajat.

Dokumen ijazah di Dinas Pendidikan Sulsel tak ada nama Muh Paris. Data yang sama, seperti tanggal dan tempat lahir bernama Muh Parit.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

loading...

Copyright © 2015 - 2019 suarasulsel.com. All rights reserved

To Top